Senin, 16 November 2015

KENALI KOTA KECILKU, PALU





                                                   Kota Palu, Sulawesi Tengah

Palu merupakan salah-satu kota kecil yang terletak di provinsi Sulawesi tengah yang dimana kota palu merupakan ibu kota dari provinsi tersebut. kota ini menempati terbentangnya garis katulistiwa sehingga palu identik dengan iklimnya yang tropis. 

Walaupun kota palu merupakan daerah yang memiliki cuaca yang panas namun kota ini masih memiliki banyak keunikan yang tidak kalah jauh dari kota-kotta lainnya seperti Jakarta, bali, Jogjakarta, dan lain-lain. Karena, masih banyak keunikan-keunikan lainnya yang dimiliki kota ini. 

Dilihat dari segi bahasa provinsi sul-teng khususnya kota palu memiliki beraneka macam bahasa kurang lebih 22 bahasa diantaranya : ledo, daa, unde, rai, doi, torai, dan masih  banyak lagi yang lainnya. Walaupun daerah ini memiliki banyak bahasa namun masyarakat didaerah ini tidak pernah menciptakan perbedaan atau perpecahan diantara mereka. Bahkan mewujudkan kebersamaan dan persatuan lewat saling mempelajari bahasa tersebut. kemudian masyarakat kota palu atau suku kaili sangat senang apabila ada suku lain yang mempelajari bahasa mereka. Karena, mereka mengaanggap orang tersebut sudah sama dengan mereka.

Letak geografis  yang membuat kota ini unik dan indah karena dikelilingi oleh perairan teluk palu dan terletak diantara bentangan gunung-gunung yang tinggi. kota palu memiliki banyak tempat-tempat wisata untuk dikunjungi oleh wisatawan luar maupun lokal seperti  tanjung karang, pantai enu, permandian air terjun mantikole dan wera, pusat laut, porame dan lain-lain. Dan perjalanan menuju tempat-tempat wisata tersebut tidak perlu memakan waktu  yang cukup lama. Bukan hanya tempat wisata tetapi icon-icon kota palu juga menjadi daya tarik dan sering kali digunakan untuk objek foto baik itu wisatawan dari luar maupun wisatawan lokal, seperti misalnya jembatan kuning. 

Walaupun dikota palu semaki bertambah pesat jumlah kendaraan bermotor yang digunakan penduduk kota palu namun udara dikota palu masih cukup terjaga dan terhindar dari polusi udara karena, kota palu tidak memiliki banyak pabrik-pabrik yang membuang limbah pabrik mereka disekitaran sungai . Kemudian kemacetan lalu lintas juga tidak pernah terjadi di kota ini.

Provinsi Sulawesi tengah dapat kita lihat di peta Indonesia merupakan provinsi yang memiliki daerah yang luas termaksud kota palu. Sehingga tidak ada satu pun masyarakat dikota ini yang ditransmigrasikan ke kota lainnya melainkan sebaliknya banyak masyarakat dari luar kota atau provinsi jawa yang ditransmigrasikan ke kota palu atau sebagian besar kota-kota disulawesi tengah.

Adapaun dari segi kuliner,  ciri-khas makanan dari kota palu sendiri adalah kaledo. Yang dimana kaledo ini merupakan masakan yang terbuat dari tulang-tulang kaki sapi (sum-sum) sapi dan dilumuri dengan kuah asam. Pastinya makan ini tidak pernah didapatkan ditempat lain. Sebagai buktinya anda tidak akan menemukan masakan kaledo ini dikota-kota lain. Bukan hanya rasanya yang enak tetapi juga memilki zat-zat yang bergisi yanh menghasilkan asupan energi yang diutuhkan untuk tubuh.

            Hanya saja yang menjadi kendala dari kota palu sendiri berupa sadarnya akan kebersihan lingkungan. Namun ini bisa saja terwujud apabila adanya kesadaran dari dua belah pihak, yakni yang diatas ‘pemerintah daerah’ membentuk program dalam hal mewujudkan kebersihan ini dan pemerintah beserta masyarakat setempat yang bekerja sama untuk mewujudkannya.

PROBLEMA SAMPAH TAK HANYA DI IBU KOTA





 Tumpukan sampah dijalan Mangun Saskoro (perempatan MH.Tamrin)
  
                Palu-Sabtu(14/11),Tak ada habisnya problem bangsa ini,  lepas dari maslah kabut asap yang melanda bebrapa kota di Indonesia, kini menerjang maslah sampah yang terjadi di ibu Kota. Tidak hanya di ibu kota tapi juga dibeberapa kota lainnya.

            Kurangnya kesadran masyarakt untuk membuang sampah pada tempatnya adalah salah satu faktor penyebab tertumpuknya sampah dibeberapa tempat seperti telah disediakannya truk sampah yang nantinya akan dibawa ke Kawa Tuna tempat penampungan sampah terakhir  tetapi masyarakat tidak langsung membuangnya ke truk malah dibuang disamping truk. 

            Bukan hanya masyarakat yang kurang kesadaran tetapi sepertinya pemerintah daerah juga kurang jelih dalam memperhatikan masalah sampah ini, pemerintah daerah memang sudah melakukan beberapa hal ,  seperti pengangkutan sampah yang dibawah ke tempat penampungan terakhir, serta melakukan pembersihan kota atau lebih dikenal dengan sebutan padat karya dimana kegiatan padat karya bekerja dari hari senin hingga hari jum:at  untuk membersihkan pinggir-pinggiran jalan atau menyapu tepi-tepi jalan, dan membakar sampah yang tertumpuk, kota memang terlihat bersih, rapih dan nyaman tapi hanya dari luarnya saja, karena ketika melihat seluk beluk dalam kota ada beberapa tempat yang tidak diperhatikan dan dikesampingkan.

            “ Tumpukkan sampah yang terjadi dibeberapa tempat dikota palu, seperti diperempatan jalan Tamrin, dimana lokasi tersebut sudah menjadi langganan ttumpukkya sempat pembuangan sampah-samph dari masyarakat, ketika lewat melewati tumpukkan-tumpukkan sampah ini sangat membuat saya terganggu, karena bau yang cukup menyengat dihidung membuat saya terkadang menahan nafas ketika meleawti tempat tumpukkan sampah dijalan ini”, ujar salah seorang warga yang sering melewati jalan-jalan tempat tertumpuknya sampah.

            Dampak yang ditimbulkan dari sampah-sampah ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar, tetapi pasti juga dirasakan pemerintah daerah, karena selain kota terlihat kotor, sampah-sampah ini juga menjadi sumber penyakit. Oleh karena itu masalah sampah ini merupakan tanggung jawab bersama, dimana masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk selalu menjaga lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarngan dan untuk pemerintah daerah agar lebih memperhatikan serta memberikan penanganan yang tepat untuk masalah sampah karena tidak menuntut kemungkinan, sampah-sampah iniyang nantinya akan merusak kota kecil yang ini dan merupakan kota kebnggaan bagi kita semua sebagai masyarakat kota Palu.


KURANG TERAWAT MENGURANGI INDAHNYA OBJEK WISATA PUSAT LAUT




Pusat laut, Sumur di tepi pantai. Donggala, Sulteng

Palu-Minggu(15/15)Palu merupakan salah-satu kota kecil yang terletak di provinsi Sulawesi tengah yang dimana kota palu merupakan ibu kota dari provinsi tersebut. kota ini menempati terbentangnya garis katulistiwa sehingga palu identik dengan iklimnya yang tropis. Kota palu memiliki ragam budaya dan wisata alam yang indah.


            Pusat laut adalah objek wisata alam yang terletak di Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Pusat laut merupakan telaga air asin yang berbentuk seperti sumur purba yang berada didaratan yang tak jauh dari bibir pantai. Untuk pergi ke tempat ini perlu memkana waktu sekitar 45 menit baik menggunakan kendaraan beroda empat maupun kendaraan beroda dua, karena jarak pusat laut dari kota sekitar 45 meter dari kota Palu.


            Pusat laut ini memiliki banyak keunikan dimana didalam pusat laut terdapat air asin yang begitu jernih, karena jernihnya air yang ada didalamnya berwarna kebiruan, dan juga banyak ikan hias yang hidup didalamnya serta air yang berada didalamnya tak pernah surut walaupun air laut yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pusat laut ini surut, Jika berjalan dipesisir pantai kita akan menemukan hamparan pasir putih yang sangat halus. Air laut yang sangat bening seolah mengundang anda untuk membersamainya.


            Akan tetapi tempat wisata ini sepertinya kurang terawat, masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk merenovasi tempat wisata ini agar terlihat lebih indah sehingga dapat menarik pengunjung untuk datang melihatnya.Kesan tidak terawat mulai terlihat saat memasuki kawasan Pusat Laut. Tampak rerumputan ilalang yang tumbuh liar di sekitar gerbang dan warna gerbang yang terlihat pudar. 


            Tarif masuk ke kawasan ini sebesar Rp 2500,- per orang. Tergolong murah untuk keindahan seperti Pusat Laut ini. Terdapat fasilitas penginapan, berupa cottage-cottage kecil, namun kondisinya sangat memprihatinkan, walaupun pemerintah sudah menambahkan cottage-cottage akan tetapi cottage-cottage yang sudah ada tidak dicat kembali akhirnya warna-warna dari cottage-cottage itu menjadi tidak seimbang karena ada yang terlihat cerah namun ada juga yang kurang cerah /pudar dan jembatan roboh yang langsung mengarah kelaut terlihat tidak ada perbaikan.


            “saya menilai pusat laut belum dikembangkan dengan serius. Padahal jika ditelisik, garis pantainya lebih panjang dari Tanjung Karang. Terdapat beberapa spot selam yang sangat indah tak jauh dari lokasi ini. Jika dikelola secara secara profesional, kami yakin Pusat Laut bisa jadi primadona wisata yang ada di Donggala setelah Tanjung Karang, dan dibangunnya tembok yang menutupi pusat laut sepertinya malah mengurangi keindahan pusat laut ini karena ketika memasuki area pusat laut mata tak bisa langsung memandang panorama indah pantainya, walaupun tembok-tembok ini berwarna warni yang membuatnya cukup menari”, ujar salah seorang pengunjung yang berkunjung kepusat laut.


         Keindahan alam memang membuat Donggala memiliki potensi besar di sektor wisata laut, namun tanpa didukung oleh infrastruktur dan fasilitas yang memadai maka potensi tetap menjadi sekedar potensi.



Source: http://jurnalmaritim.com/2014/12/pusat-laut-eksotisme-donggala-yang-terbengkalai/